Sejenak Menikmati Diri Dibawa Laju Kendaraan

Salah satu hal yang membuat saya relaks di dunia ini adalah berada di atas sebuah kendaraan yang melaju–entah ke tempat yang sudah saya ketahui pasti arahnya, atau tempat baru yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Bisa dengan bus, kereta, kendaraan roda dua, maupun pesawat yang menembus awan di atas sana.

Baru-baru ini terlintas di kepala saya soal kenapa saya begitu menikmati waktu-waktu berkendara: mungkin, karena untuk sejenak, saya tidak perlu mengambil keputusan tentang ke mana kaki saya harus melangkah selanjutnya. Saya hanya perlu mempercayai kendaraan yang membawa saya pergi, bahwa takdir lah yang turun tangan mengenai ke mana pun kendaraan itu berhenti nanti.

Continue reading “Sejenak Menikmati Diri Dibawa Laju Kendaraan”

Tentang Buku-Buku yang Kubiarkan Hilang

Pertemuanku dengan buku, seperti dengan manusia, selalu kuanggap sebagai takdir. Entah itu buku yang ingin kumiliki sejak melihatnya pertama kali, buku yang direkomendasikan seorang teman, buku pemberian seseorang, atau bahkan buku yang tiba-tiba berakhir begitu saja di rak bukuku.

Dan seperti pertemuan, perpisahan dengan buku juga selalu kuanggap sebagai takdir. Entah karena aku memberikannya kepada orang lain, dipinjamkan tanpa pernah dikembalikan, atau bahkan buku-buku yang hilang begitu saja dan kubiarkan.

Continue reading “Tentang Buku-Buku yang Kubiarkan Hilang”

Semasa: Bukan Sekadar Cerita Menjadi Dewasa

“Terima kasih ya, ini buku terakhir Semasa lho untuk cetakan ini, tapi kami akan cetak lagi nanti,” ujar Mas Teddy selaku pemilik toko sekaligus penulis buku yang saat itu turut melayani transaksi pembeliannya.

Mendengar kalimat itu, seketika saya langsung merasa beruntung telah memutuskan untuk membawa buku ini pulang. Semasa, dua bulan yang lalu, tepat sebelum segala aktivitas dunia seakan diberi sekat oleh virus yang tak kasat mata.

Diberikan kesempatan untuk bertemu dengan Mas Teddy dan Mbak Maesy, pasangan favorit yang sangat menginspirasi, pun adalah sebuah kebersyukuran tersendiri untuk saya. Terlebih lagi untuk mengenal Semasa, buku yang wajib dibaca bagi siapa pun yang pernah berkunjung ke Post Santa.

Continue reading “Semasa: Bukan Sekadar Cerita Menjadi Dewasa”

The Travelling Cat Chronicles

“I feel that it is very worthy if you can have this book. Despite everything, I want you to have it. It is a good book, so I think if I give it to you, it’ll be in a good hand,” said someone one day, when he offered this book to me.

As soon as I learned the story of this book, I couldn’t help thinking that I was not only given a book, but also a cat named Nana, and the special relationship he had with his beloved master, Satoru.

Continue reading “The Travelling Cat Chronicles”

What 2019 was for Me

2019 was a clear blue sky after a bad stormy night.

2019 was the sunset that painted with warm and tranquility.

2019 was a night so dark that is thankful of a few stars.

2019 was a falling star, searching for a planet that won’t throw it away.

2019 was a scary haunted house I can’t walk into without a friend, but I stepped in anyway.

2019 was a roller coaster that made my stomach ache, but I enjoy the excitement.

2019 was a ferris wheel on a bright sunny day.

2019 was a song I’ll loudly sing along in a car ride.

2019 was an aeroplane ticket for me to the unknown of dream and reality.

2019 was a station that forced me to go with the train.

2019 was the year I completely healed from a massive heartbreak.

2019 was a rainy day I thought will never stop, but the sun shines after all.

Jangan Bunuh Binar Matanya

Saya bukan pecinta sastra. Sungguh. Apa sih untungnya membodohi diri pada kata yang kadang hanya sekadar kata? Apa esensinya mengabdikan diri pada kata demi kata yang kadang hanya dimanfaatkan anak muda untuk memamerkan cinta? Apa bagusnya menyiksa diri sendiri dengan kata-kata yang kadang berhasil menghantarkan manusia pada sisi melankolis yang mungkin tidak disadari ada?

Continue reading “Jangan Bunuh Binar Matanya”