Epic Journey in Bandung

Ini adalah kunjunganku yang ke sekian kalinya ke Bandung. Kota yang dikenal sebagai dataran Sunda ini memang tidak akan pernah kehilangan predikat layak untuk dikunjungi. Apalagi, jaraknya yang tidak jauh dari Jakarta adalah solusi terbaik untuk masyarakat Ibu Kota yang membutuhkan liburan tanpa menghabiskan biaya terlalu banyak (he he).

Continue reading

Advertisements

Yang menakutkan dari mencintai.

_20180326_190513370541418.jpg

Aku harap kau tidak bosan dengan aku yang sering tiba-tiba bertanya apakah kau mencintaiku. Selain karena mendengar jawabannya menyenangkan, aku juga mencari rasa aman di sana.

Karena, mencintaimu itu membahagiakan sekaligus menakutkan. Bahagia karena bisa mencintai setulus ini, takut karena bisa mencintai sebesar ini; aku takut hancur.

Eksistensi.

​You are not just here to fill space or be a background character in someone else’s movie. Consider this: nothing would be the same if you did not exist. Every place you have ever been and everyone you have ever spoken to would be different without you. We are all connected, and we are all affected by the decisions and even the existence of those around us.

–David Niven

Mungkin, setiap orang selalu berusaha akan satu hal: menunjukan eksistensinya.

Di dunia nyata, di dunia maya. Pada orang-orang yang dikenal dan tidak dikenal, yang dipedulikan maupun tidak, yang disayang bahkan juga yang dibenci.

Semua orang ingin dianggap ada.

Eksistensi, maknanya lebih dari sekadar “eksis”. Setiap yang bernyawa–terlepas dari dianggap atau tidaknya dia oleh ‘orang lain’, selalu memiliki makna. Silakan digarisbawahi kata setiap yang bernyawa di sini.

Seseorang tidak akan mempunyai perasaan yang sama pada detik ini jika tidak ada orang yang memberikan alasan ia merasakan itu. Seseorang tidak akan berada pada tempat ia berada saat ini jika tidak ada orang yang memberinya kesempatan itu. Tanaman tidak akan tumbuh jika tidak ada yang menanam, bahkan tanaman liar yang tumbuh “sendiri” pun pasti membutuhkan peran dari yang lain agar bisa tumbuh. Kucing-kucing juga tidak akan bisa setenang itu hidup di jalanan tanpa beberapa tangan manusia yang peduli untuk sekadar mengelus dan memberi mereka makan.

Poinnya adalah: eksistensi setiap mahluk hidup memiliki makna. Apapun yang kita lakukan berpengaruh pada orang dan lingkungan sekitar kita. Jadi jangan pernah merasa bahwa eksistensimu tidak berguna, meskipun kamu tidak mempunyai penemuan canggih seperti Albert Einstein atau prajurit perang pembela kebenaran di luar sana.

Yang perlu kamu lakukan adalah memastikan bahwa eksistensimu baik dan tidak sia-sia, dalam apapun peran yang kamu lakoni di dunia ini.

Dan jika aku boleh memberimu nasihat satu hal (yang sebenarnya ingin kutujukan pada diriku sendiri juga),

: Tidak perlu seluruh dunia untuk menyadari eksistensimu. Tidak perlu berusaha sekeras itu untuk menunjukan kamu ada. Yang mencintai dan mempedulikanmu akan selalu melihatmu tanpa kamu perlu usaha.

Bukankah Tuhanmu yang terbaik dalam hal ini?

Bukankah dianggap oleh yang mencintai dan mempedulikan itu yang terpenting? 🙂

Bukan puisi.

Kencan kemarin, sebenarnya aku agak ragu mengajakmu nonton Dilan

Yang memerankan Milea cantik sekali, sih–aku tidak mau kau memandangi cewek cantik selain aku (hahaha)

Ini alasan yang konyol

Tapi mungkin, aku memang takut cemburu

Kata Dilan, cemburu itu hanya untuk orang yang tidak percaya diri

Dan–mengutip dari Dilan lagi, aku memang sedang tidak percaya diri

Aku tidak bilang ini padamu, tapi sesungguhnya kekhawatiran yang tidak berasas apapun itu kemarin sirna ketika kau beberapa kali berpaling padaku

Walaupun di depanmu ada layar besar menyuguhkan Milea yang secantik itu

Hmm, kau memang tidak seromantis Dilan

Kau pun kadang merenggut ketika beberapa kali kukerjai dengan menyebut-nyebut Dilan

Tapi, kau tahu?

Bersamamu, tidak perlu menjadi Milea untuk merasa spesial

Karena hampir setiap bersamamu aku merasa semua orang di sekitar iri akan kita berdua.

Oh maaf, beginilah resikonya berpacaran dengan anak sastra: setiap tentangmu akan menjadi puisi

Eh tapi…ini kan bukan puisi, ya (hehe).

Mengulang Februari.

 

february

image source: weheartit.com

Aku akan selalu mempunyai rasa untuk bulan Februari. Bukan hanya karena ini adalah bulan kelahiranku, tapi juga karena aku sungguh merasa bahwa bulan Februari adalah bulan yang paling cantik dari semua bulan. Hm… mungkin dari namanya, dan jumlah harinya 😀 Cantik. Aku sampai merasa kalau pun tidak lahir di bulan Februari, aku akan tetap menyukai bulan ini lalu merasa iri pada orang-orang yang lahir di bulan Februari hahaha (iya, aku seaneh itu).

Dan 8 akan selalu menjadi angka favoritku. Kau bisa bilang aku aneh, tapi aku juga sungguh merasa bahwa 8 adalah angka yang cantik.

Aku bangga lahir di bulan Februari pada tanggal 8. Aku bangga sebentar lagi akan berhasil bertahan 23 kali mengulangi tanggal 8 di bulan Februari dengan utuh (aamiin). Dengan diri yang alhamdulillah menjadi semakin kuat setelah ditimpa asam dan manisnya kehidupan.

Sang Aquarius ini kadang terseret oleh airnya sendiri, tapi aku tahu pada akhirnya aku akan bermuara ke tempat yang tepat. Semua garis sudah ditakdirkan dan aku percaya pada akhir yang indah selama aku bersamaNya.