Wait The Cherry Blossom

ini cerpen pertama yang aku buat. cerpen pertama juga yang aku muat di kekom (kemudian.com): situs untuk membaca, menulis, dan mengapresiasi cerita (puisi juga ada sih). situs buat orang-orang yang suka baca dan nulis lah pokoknya πŸ™‚ pertama kali tau tentang situs ini dari seorang teman yang suka baca dan nulis juga πŸ˜€ penasaran terus pengen coba buat deh. tapi setelah tau dan penasaran itu ga langsung buat sih, satu ato dua tahun kemudian baru buat akunnya lol >_<

sebenernya dorongan untuk membuat cerpen juga baru muncul setelah gabung di situs itu hhehe..pengen nge-post cerita di sana dan pengen tau gimana tanggapan pembaca tentang tulisanku.

aku pertama kali nulis cerita (ga termasuk buat karangan di sekolah loh ya) saat di bangku SMA..dan waktu itu langsung buat novel bukannya cerpen dulu hhehe terus pertama kalinya buat cerpen ya cerpen ini. masih amatir banget lah waktu itu~ tapi semenjak gabung di kekom aku jadi merasa semakin dekat dengan dunia kepenulisan dan semakin mencintainya. feedback yang diberikan di sana rasanya jadi penyemangat aja gitu buat nulis :3

sejak gabung di sana aku juga jadi belajar banyak hal πŸ˜€ dari cerita-cerita bagus yang aku baca untuk dijadikan panutan dan juga dari komentar serta kritikan para pembaca.

lalu setelah aku baca lagi tulisanku yang dulu (yang novel itu)..rasanya ngga banget deh >< kenapa aku dulu nulisnya kayak gitu ya… hhehe wajar aja sih. toh saat itu masih belajar..sampe sekarang juga kok πŸ˜€

yang di cerpen pertama ini mungkin masih lumayan..walau waktu itu ada kesalahan fatal yaitu: pake emoticon di dalam cerpen :p aku udah tau kalo pake emot gitu ga sesuai aturan EYD yang benar..tapi saat itu aku masih mengira kalau penggunaan emot kayak gitu bisa dijadikan ciri khas menulis seseorang… ternyata aku salah. tetep ga boleh kalo ga sesuai aturan ya 😐 padahal menurutku pake emot itu lebih menarik #kebiasaan :p

waktu itu beberapa pembaca komentar soal ketidaknyamanannya membaca tulisan seperti cerpen dengan emot. well… menulis dengan emot dalam cerita jadinya sudah tidak kulakukan sekarang >.< terus di cerpen ini juga masih ada beberapa kesalahan kecil juga (yang sebelumnya aku memang belum tau benernya gimana)

sebelumnya aku juga nulis cerita ga pernah belajar secara khusus sih..ya otodidak aja belajar sendiri. dari baca-baca cerita, browsing internet (tentang cara kepenulisan yang baik), serta kritikan dan masukan dari orang lain..seperti yang telah kusebutkan sebelumnya πŸ™‚ tapi berhubung aku adalah anak sastra sekarang..jadi pembelajarannya lebih bisa terdukung..walopun itu ngga menjamin juga. tapi aku akan berjuang untuk menjadi penulis yang baik ><

btw aduh aduh pendahuluannya panjang banget xD langsung aja deh ya aku tampilin cerpennya πŸ˜€ yang ditampilkan di sini masih tulisanku yang asli saat itu..maksudnya belum di edit untuk perbaikan. nulis di blog ini juga pengen jadi kayak semacam perekam jejak ato sejarah kepenulisanku sih hhehe..nanti satu-satu aku tampilin dan ceritain sejarah di baliknya seperti sekarang :v

kalo cerpen ini aku nulisnya terinspirasi dari gambar ini:

sakuragirl10

check it out πŸ™‚

Wait The Cherry Blossom

Musim semi. Akhirnya aku bertemu lagi dengan musim ini. Aku sangat senang menyambut kedatangannya yang hanya setahun sekali karena di musim ini aku bisa mekar πŸ™‚

Aku adalah Sakura. Seperti itulah orang-orang memanggilku. Itu bukan hanya namaku melainkan jati diriku. Ya, aku adalah roh bunga sakura. Aku yang bertugas untuk menjaga bunga sakura agar tetap mekar di musim semi. Aku sendiri tidak tau kenapa aku harus ditakdirkan menjadi roh bunga sakura. Kalau saja bisa memilih, aku ingin menjadi manusia biasa saja. Aku tau aku tidak boleh berpikiran begitu tapi mungkin penyesalan itu datang setelah aku bertemu dengannya…

“Sakura!” Aku menoleh ke asal suara yang memanggilku. Dialah orangnya.

“Akira!” Sahutku seraya tersenyum padanya.

Akira menghampiriku lalu duduk disampingku. “Hari ini pun bunga sakura mekar dengan indahnya ya :)”

“Yah… Tapi tidak akan bisa terus-menerus mekar. Setelah musim semi berganti, kau tidak akan bisa melihatnya hingga musim semi yang selanjutnya…”

“Tapi walaupun begitu, musim semi pasti akan datang kan? Ketika saat itu tiba, bunga sakura akan kembali mekar.” Akira tersenyum dan mengusap kepalaku. “Tidak peduli musim berganti, pasti bunga sakura akan tetap ada dan menunggu waktunya untuk mekar. Berjanjilah bahwa kau akan selalu mekar untukku.”

Ini salah. Aku mencintainya. Aku mencintai seorang manusia. Aku tidak tau pasti sejak kapan aku memiliki perasaan ini, tapi mungkin bahkan sejak pertama kali aku bertemu dengannya. Musim semi 8 tahun lalu…

Seorang gadis kecil sedang berlarian dengan penuh semangat dan kegembiraan di pinggir jalan seakan hal itu adalah hal langka yang bisa dilakukannya. Karenanya, gadis kecil itu hampir saja tertabrak motor namun dia tidak peduli. Dia bukan gadis kecil biasa.

“Hey kenapa kau diam saja?! Awas!” Tiba-tiba seorang anak laki-laki mendorongnya ke pinggir jalan sehingga mereka terjatuh bersama.

Pria yang mengendarai motor tadi melihat marah ke anak laki-laki itu. “Apa yang kau lakukan?! Meloncat tiba-tiba ke tengah jalan. Bahaya!”

“A… Aku hanya ingin menyelamatkan dia.” Jawab anak laki-laki itu seraya menunjuk ke arahΒ  gadis kecil itu.

Pria itu menoleh mengikuti arah tunjukan anak laki-laki itu. “Menolong siapa maksudmu? Tidak usah mengada-ada. Lebih baik kau pulang ke rumah!” Nasehatnya lalu beranjak pergi bersama motornya.

Anak laki-laki itu tidak terlalu mempedulikan perkataan pria tadi. Dia memusatkan perhatiannya pada gadis kecil yang baru saja ditolongnya. “Kau tidak apa-apa?”

Gadis kecil itu tidak langsung menjawab. Dia hanya diam dan menatap anak laki-laki di hadapannya seakan ini adalah hal baru yang dialaminya.

“Hey kenapa kau terlihat terkejut sekali? Tatapanmu seperti baru melihat hantu saja. Haha.” Gurau anak laki-laki itu kemudian.

Gadis kecil itu tersadar dari lamunan. “Kau… Manusia?” Tanyanya polos.

“-_- kau mau meledekku ya? tentu saja aku manusia -.-“

Ini benar-benar hal baru yang dialaminya. Berbicara dengan manusia! Sebelumnya dia mengira itu adalah hal yang mustahil karena manusia tidak bisa melihat bangsanya tapi kenapa anak laki-laki ini bisa?

Sakura tersenyum riang. “Ah tidak! Bukan begitu. Aku hanya senang sekali!” Serunya kemudian. “Kau teman pertamaku. Namamu siapa? Aku Sakura :D”

“Wah aku Akira. Hehe” Jawab anak laki-laki itu lalu membalas senyumnya.

Aku masih ingat dengan jelas awal pertemuanku dengan Akira. Aku juga masih ingat saat pertama kali aku memberitahukan jati diriku padanya dan membuatnya terkejut tapi dia tidak takut. Saat itu kami masih kecil, segalanya terasa mudah dan menyenangkan. Saat itu kami hanya tau bermain dan bermain. Tapi seiring berjalannya waktu, semakin kami dewasa semakin terasa sulit. Terutama sejak aku mulai memiliki suatu perasaan aneh untuknya yang kemudian kuketahui bernama cinta. Suatu perasaan yang tumbuh dan bersemi yang baru kusadari di musim semi 5 tahun lalu…

Pria itu sedang tertawa riang bersama teman-temannya di kelas. Tanpa dia sadari bahwa sejak tadi ada seseorang yang memperhatikannya dari kejauhan. Di balik pohon sakura yang terdapat di samping kelasnya. Sakura memperhatikan Akira. Di dalam hatinya dia sangat ingin menghampiri Akira tapi dia tidak bisa… Tiba-tiba Sakura melihat seorang gadis menghampiri Akira. Mereka berbicara lalu tertawa bersama. Dada Sakura terasa sakit sekali melihat Akira bersama gadis lain tapi dia tidak bisa melakukan apapun. Akira bukan miliknya, dia punya kehidupannya sendiri. Apa yang diharapkan oleh seorang mahluk yang hanya bisa bisa muncul di setiap musim semi? :’) Sakura pun memutuskan untuk pergi.

“Sakuraaa!” Sore harinya Akira berlari menghampiri Sakura di tempat mereka biasa bertemu.

“Hey ketemu lagi :)” Sakura mencoba untuk tetap terlihat tenang. Dia memutuskan untuk tidak memberitahukan perasaannya pada Akira. Dia tidak mau egois karena dia tidak bisa menemani Akira sepanjang waktu seperti gadis-gadis normal lainnya. Biarlah tetap seperti ini asalkan dia bisa terus bersama dengan Akira.

“Apa sih? Kenapa biasa saja? Kau tidak rindu padaku? -,-“

“Untuk apa aku rindu padamu? :p” Canda Sakura. Tidak ada yang tau bahwa Sakura selalu merindukan Akira.

“Siapa juga yang rindu padamu :’3” Balas Akira.

Baguslah. Pikir Sakura. Saat musim semi berganti pun kau tidak akan merindukanku kan? Jadi kau tidak akan sedih πŸ™‚

“Sakura, sakura, hey kenapa melamun?” Tanya Akira tiba-tiba. Menyadarkanku dari lamunan masa lalu.

“Ah tidak. Hehe kenapa?”

“Malam nanti temui aku di taman kota ya. Ada sesuatu yang ingin kuberitahu! :)” Seru Akira seraya berdiri dan beranjak pergi.

“Hey! Kenapa tidak sekarang saja?”

Tidak seru! Haha :p” Akira tertawa lalu berlari menjauh.

Tiba-tiba sebuah truk melaju kencang ke arahnya. Akira terhempas ke pinggir jalan. Kepalanya terbentur dan aku bisa melihat darah di sekelilingnya. Aku berlari ke arahnya. “Akira!!!” Aku berteriak dan mengguncang-guncangnya tapi dia tidak kunjung bangun. Orang-orang mulai berdatangan mengerumuni kami. “Tolong! Tolong dia!” Teriakku pada mereka. Lupa bahwa mereka tidak bisa mendengar atau melihatku. Mobil ambulan pun datang dan Akira dibawa ke rumah sakit. Aku hanya bisa menangis di sampingnya. Oh Tuhan… Tolong selamatkan Akira…

“Bagaimana ini dokter? Pasien tidak bereaksi.” Ujar salah satu suster.

“Ayo kita pacu lagi jantungnya!” Seru sang dokter. Mereka semua sedang berusaha untuk menyelamatkan Akira di ruang gawat darurat. Aku tidak bisa diam saja!

Aku menggenggam tangan Akira. “8 tahun lalu… Kau yang menyelamatkanku. Kau adalah anak laki-laki yang dengan beraninya berlari ke tengah jalan untuk menyelamatkanku tanpa mempedulikan keselamatanmu sendiri. Sekarang, Izinkan aku yang menyelamatkanmu.”

Aku mengeluarkan seluruh kekuatanku. Memberikan seluruh energiku untuknya walaupun aku tau apa konsekuensinya. Setelah energiku habis, aku akan menghilang. Yah… Tidak sepenuhnya menghilang. Aku akan tetap menjadi bunga sakura namun aku akan kehilangan wujud rohku yang sekarang.

“Ah ajaib! Jantungnya kembali berdetak!” Ujar salah satu suster di ruangan itu lagi.

Energiku semakin habis. Setelah ini aku akan menghilang. Di dalam otakku, segala kenangan bersama Akira kembali muncul. Setelah segalanya berakhir, hanya ada 1 yang tersisa: kenangan. Akira apakah kau akan mengingatku? Tidak ingat juga tidak apa-apa, tapi kenanglah aku… Setidaknya sisakan tempat untukku di suatu celah kecil di hatimu. Aku meneteskan air mata untuk yang terakhir kalinya dan menghilang.

Akira membuka matanya. Dia mendapati dirinya di kamar rumah sakit. “Kenapa aku bisa ada disini?” Akira tidak ingat apapun sebelum kecelakaan itu.

“Ah akhirnya kau sadar!” Seorang wanita menghampirinya lalu mencium keningnya.

“Siapa kau?” Akira bahkan tidak bisa mengingat wanita yang berada di hadapannya.

“Aku ibumu! Ternyata benar kata dokter. Sekalipun kau sadar nanti, kau akan mengalami amnesia karena benturan yang sangat keras di kepalamu.” Jawab ibunya seraya memeluk Akira dan menangis. “Tidak apa-apa. Perlahan-lahan kau akan kembali mengingat semuanya…” Akira tidak bereaksi apa-apa. Dia hanya diam di pelukan ibunya. Pikirannya kosong tapi hatinya terasa sakit. Dia merasa telah melupakan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya.

5 tahun kemudian

Musim semi. Akira berjalan menyusuri jalan setapak menuju rumahnya di kampung halaman. “Sudah lama tidak kesini. Setiap musim semi pemandangan disini memang selalu indah.” Ujarnya, memandang ke arah deretan pohon sakura di pinggir jalan kemudian dia berhenti di bawah sebuah pohon sakura yang besar. Bunga sakura berguguran. Kelopak bunganya jatuh dan mengenai wajah Akira. Akira mengambilnya sehelai.

“Ayah!” Seorang anak laki-laki berlari menghampiri Akira.

Akira berjongkok lalu tertawa dan memeluk anak itu. “Hey boy, lari sampai sini huh? Mama mana?”

Anak laki-laki itu tertawa lalu menoleh ke belakang. Seorang wanita cantik berjalan ke arah mereka. Akira berdiri sambil menggendong anak laki-lakinya lalu mencium wanita itu setelah dia mendekat.

“Melamun sambil memandang bunga sakura lagi ya?” Tanya istrinya seraya tersenyum dan membalas ciumannya.

“Yah. Kau tau kan kalau aku selalu menunggu datangnya musim semi untuk melihat bunga sakura. Aku merasa telah seperti ini sejak dulu tapi aku tidak tau kenapa…”

“Setiap orang kan selalu menyukai musim semi πŸ™‚ wajar saja sayang. Ayo kita pulang.” Jawab istrinya seraya menggandeng tangan anaknya dan beranjak pergi. Akira mengikuti di belakangnya.

Sudah 5 tahun berlalu sejak kecelakaan itu. Kecelakaan yang membuatnya lupa ingatan. Sekarang ingatannya sudah pulih tapi Akira selalu merasa bahwa adia tidak bisa mengingat satu hal…

Akira menoleh kembali ke arah pohon sakura. Dia tersentak. Di bawah pohon sakura yang besar itu, dia melihat seorang gadis cantik sedang memandangnya lalu tersenyum padanya. Akira yakin bahwa dia tidak pernah melihatnya sebelumnya tapi entah mengapa dia merasa telah lama mengenalnya. Akira membalas senyum gadis itu namun setelah itu gadis itu membalikkan tubuhnya dan berjalan pergi. Akira terkejut melihat tubuhnya yang semakin lama semakin memudar menjadi kelopak-kelopak bunga Sakura. Hati Akira terasa sakit melihat gadis itu semakin menghilang. “Sakura!” Tiba-tiba Akira memanggilnya. Dia tidak tau darimana dia mengetahui nama itu namun gadis itu sudah sepenuhnya menghilang. Akira terjatuh.

“Sayang kau kenapa?”

“Ayah kenapa?”

Akira menangis. Dia menangis untuk kenangan yang tidak bisa diingatnya…

Hey! Kenapa tidak sekarang saja?”

Seandainya saat itu tidak ditunda, mungkin ceritanya akan lain. Walaupun pada akhirnya kita tidak bisa bersama, setidaknya perasaan itu bisa tersampaikan. Tapi semuanya sudah terlambat. Memang menyakitkan. Tapi aku tidak menyesal telah mengenalmu. Akira… Terimakasih telah pernah masuk ke dalam kehidupanku. Maaf karena aku tidak sempat memberitahukan satu hal yang sangat penting padamu: aku mencintaimu :’)

 

-cherryblossom:)-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s