The Stars Never Go Anywhere

salah satu cerpen lamaku juga :3

menurutku cerpen ini termasuk singkat dan simple..karena waktu itu aku pikirkan dan aku tuliskan secara mendadak juga sih. waktu itu niatnya pengen buat cerpen bertema bintang hhehe..biar bisa diikutsertakan ke kompetisi “three words hall”: sebuah fanpage di facebook yang selalu mengadakan kompetisi cerpen setiap minggunya dengan tiga tema atau tiga kata atau bahkan tema gambar yang sudah ditentukan dan berbeda setiap minggunya. kompetisi itu just for fun kok..dan emang fun. seru. mengasah kemampuan menulis juga šŸ˜‰ tapi sayangnya aku ga jadi ikut..telat ngepost (karena deadline juga cuma sebentar). udah selesai tapi koneksi internetnya ngajak ribut waktu itu -..- jadi ya sudahlah ga jadi ikut..aku post di kemudian.com aja (udah cerita soal situs itu ya di postingan yang sebelumnya)

waktu itu juga lagi pengen banget buat cerita bertema kakak adik sih..seorang gadis yang memiliki kakak cowok. jadi penulis itu asyik lho..kita bisa menciptakan tokoh atau karakter yang kita inginkan walo hanya melalui tulisan. berkhayal punya kakak cowok..kayaknya enak ya ada yang ngelindungin gitu. banyak yang bilang jadi anak tunggal itu enak dan aku beruntung..tapi hey enak dari mana ? -..- emang sih perhatian ortu semuanya jadi terpusat ke satu anak aja tapi kadang ada rasa kesepian juga… (curcol seorang anak tunggal :’) hhehe)

soal cerpen… masih ada kesalahan-kesalahan kecil untuk EYD di sini. dan berdasarkan komentar-komentar pembaca di kekom, masih ada yang kurang (kurang nyeseknya ya ? hhehe). aku juga ngerasa gitu sih..walo ada beberapa yg bilang kalo ini udah sedih banget. mungkin untuk efek tulisan itu relatif ya. tergantung masing-masing pembaca..gimana kesan yang mereka dapat saat membaca. dan kesan setiap pembaca itu berbeda-beda šŸ™‚

di cerpen ini juga aku belum menerapkan dialog penggiring ato penggiring dialog yg benar. di kalimat akhir dialog yg ditandai dengan tanda petik, harusnya masih nyambung dengan keterangan kata katanya, serunya,Ā ujarnya dll, jadi sebelum tanda petik, selain kata tanya ato tanda seru, harusnya menggunakan tanda koma, bukan titik. dan setelah itu menggunakan huruf kecil, kecuali jika diawali dengan nama orang atau tindakan lain :3

aku baru ngeh dan ngerti soal itu setelah baca tulisan-tulisan senior di kekom (thanks to them! :D) dan browsing di internet juga. kalo kalian bingung sama penjelasan aku..silakan browsing sendiri di internet juga ya mengenai dialog penggiring ^^”

ohya, mulai di cerpen ini..aku nulis cerita udah gapake emoticon lagi kok..hhaha

check it out~ ^^

The Stars Never Go Anywhere

“Kakak, mau pergi kemana?” Tanya seorang gadis kecil pada anak laki-laki yang lebih tinggi di depannya. Tangan mungilnya memegang ujung baju anak laki-laki tersebut.

Anak laki-laki itu menoleh dan tersenyum pada gadis kecil yang merupakan adiknya itu. “Hanya jalan-jalan sebentar. Yuri di rumah saja.”

Gadis kecil yang dipanggil Yuri itu menggelengkan kepalanya dengan cepat. “Tidak mau. Yuri mau ikut kakak!” Serunya.

Anak laki-laki itu terlihat ragu sejenak namun kemudian dia tersenyum lagi. “Baiklah, tapi jangan nakal ya?”

Yuri tersenyum riang. “Iya!”

Mereka pun berjalan meninggalkan rumah sambil bergandengan tangan. “Kak Yuji, kita mau kemana?” Tanya Yuri setelah cukup lama berjalan.

“Kemana pun asal tidak di rumah.” Jawab Yuji dengan tetap memandang lurus ke depan.

“Kakak tidak suka rumah?”

“Kakak hanya tidak suka melihat ayah dan ibu yang selalu bertengkar.”

“Kenapa mereka selalu bertengkar?”

“Entahlah… Lagipula Yuri masih kecil jadi tidak akan mengerti.”

Yuri tidak menjawab lagi. Saat itu dia memang masih terlalu kecil untuk mengerti. Yang dia tahu hanyalah dia ingin terus berada dekat dengan kakaknya.

“Tapi kakak tidak akan meninggalkan Yuri sendirian di rumah kan?” Ujarnya tiba-tiba.

Yuji menghentikan langkahnya lalu berjongkok dan mengusap kepala Yuri. “Tentu saja. Karena Yuri adalah satu-satunya alasan kakak untuk tetap berada di rumah.”

Yuri tersenyum lega. “Kakak janji?”

“Janji.”

Aku terjaga dari tidurku. Mimpi itu lagi… Kenapa belakangan ini aku selalu memimpikannya? Sebuah kenangan masa lalu. Ya, gadis kecil dalam mimpi itu adalah aku dan anak laki-laki itu adalah kakakku, Yuji. Dia adalah satu-satunya keluarga yang kupunya. Ayah dan ibu? Jangan tanyakan mereka. Mereka hanya memikirkan diri mereka sendiri tanpa memedulikan kami, anak-anaknya.

Aku melirik jam dinding di sudut kamarku. Pukul 1 malam. Sepertinya aku tidak bisa tidur lagi. Aku merindukan kakak. Aku pun memutuskan untuk naik ke atas atap. Biasanya kakak selalu berada disana untuk melihat bintang tapi aku hanya dapat menghembuskan napas kecewa saat kulihat tidak ada seorang pun disana. Aku berjalan ke ujung atap dan menengadahkan kepalaku untuk memandang langit kemudian memejamkan mataku. Tiba-tiba sebuah kenangan masa lalu kembali muncul ke dalam benakku.

Sosok kakak terlihat dari jauh. Rambutnya yang hitam berantakan tertiup angin tapi tidak mengurangi pesonanya. Dia duduk di ujung atap dengan mata tertuju pada langit di atasnya. Aku selalu suka ekspresi kakak saat sedang memandang langit seperti itu.

“Kenapa hanya berdiri disitu?” Ternyata kakak menyadari kehadiranku.

Aku menghampirinya. “Tidak… Aku hanya tidak ingin mengganggu kakak. Hehe”

Kakak melihat ke arahku dan tertawa. “Haha jangan bersikap seolah aku adalah orang lain. Duduklah.”

Aku duduk disamping kakak dan menatap langit berbintang. “Hey kak, bintang yang paling terang itu terlihat seperti kakak.” Ujarku setelah hening cukup lama.

“Ohya?”

“Iya! Karena kakak seperti bintang yang bersinar untuk menerangi duniaku. Kalau tidak ada kakak, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan di dunia ini sendirian. Karena tanpa bintang, malam pasti akan terasa gelap sekali.”

“Tapi… Apakah bintang itu akan selalu berada di sana? Apakah aku akan selalu bisa melihatnya?” Sambungku lagi. Tiba-tiba aku merasa takut jika suatu hariĀ  nanti aku tidak bisa melihat kakakku lagi.

“Dia akan selalu berada disana.” Jawab kakak kemudian. “Walaupun terkadang kau tidak bisa melihatnya, tapi percayalah bahwa dia tidak pergi kemanapun. Dia hanya bersembunyi di balik awan-awan itu dan dari atas sana dia selalu bisa melihatmu jadi kau tidak perlu khawatir.”

“Yah… Lagipula kakak tidak akan pergi kemana pun kan?”

“…”

“Kak?”

“Maaf Yuri, aku belum memberitahumu bahwa lusa aku harus berangkat ke London. Minggu lalu aku mendapat kabar bahwa aku mendapatkan beasiswa di sana. Aku tidak mau meninggalkanmu sendirian disini, tapi aku juga tidak bisa melepaskan mimpiku… Peluang ini bukan hal yang bisa dengan mudah kudapatkan. Selain itu, dengan mengambil kesempatan ini, kita bisa pergi meninggalkan rumah. Aku berniat mengajakmu kesana tapi kau masih harus menyelesaikan sekolahmu disini, jadi 1 tahun lagi aku baru akan menjemputmu.” Jelas kakak.

“Tidak boleh! Kalau kakak pergi, aku dengan siapa disini?” Rasa takut itu kembali muncul.

“Hanya 1 tahun Yuri, setelah itu kakak akan menjemputmu. Lagipula kita masih bisa berkomunikasi dengan email dan telepon kan?”

Aku terdiam dan kembali menatap bintang yang tadi. Dia masih disana. Benar. Walaupun jauh, dia akan selalu terasa dekat. Bintang tidak pergi kemanapun. Saat tidak terlihat, awan-awan itu hanya menutupinya dan suatu hari nanti angin akan membawa awan-awan itu pergi dan memperlihatkan bintang-bintang itu lagi.

“Baiklah… Jaga dirimu baik-baik disana kak. Tapi kau harus janji bahwa nanti kau akan menjemputku.” Aku memaksakan senyumku untuk melepaskan kepergiannya lalu kakak memelukku erat.

Aku tersadar dari ingatan 3 tahun lalu dan kembali menatapĀ  langit berbintang itu. Kak Yuji belum juga datang menjemputku. Sudah 3 tahun berlalu sejakĀ  hari yang dijanjikannya itu. Aku mencoba untuk tetap percaya bahwa suatu hari nanti dia akan datang menjemputku tapi setiap detik yang terlewati telah memakan kepercayaanku sedikit demi sedikit atau membuatku semakin menyadari kebohongan yang aku buat sendiri… Tanpa sadar, pipiku telah basah oleh air mata.

Aku tahu dia tidak akan datang. Dia tidak bisa datang. Kecelakaan pesawat 3 tahun lalu telah membawanya ke tempat lain. Mungkin sebuah tempat yang indah di surga sana.

Kakak… Apa kau bisa melihatku dari atas sana? Aku sekarang sendirian, padahal kau janji bahwa kau tidak akan meninggalkanku sendirian.

Malam ini pun tidak ada bintang yang terlihat. Apakah mereka masih berada disana? Awan kumohon pergilah. Perlihatkan bintangku lagi…

-cherryblossom:)-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s