Bukan puisi.

Kencan kemarin, sebenarnya aku agak ragu mengajakmu nonton Dilan

Yang memerankan Milea cantik sekali, sih–aku tidak mau kau memandangi cewek cantik selain aku (hahaha)

Ini alasan yang konyol

Tapi mungkin, aku memang takut cemburu

Kata Dilan, cemburu itu hanya untuk orang yang tidak percaya diri

Dan–mengutip dari Dilan lagi, aku memang sedang tidak percaya diri

Aku tidak bilang ini padamu, tapi sesungguhnya kekhawatiran yang tidak berasas apapun itu kemarin sirna ketika kau beberapa kali berpaling padaku

Walaupun di depanmu ada layar besar menyuguhkan Milea yang secantik itu

Hmm, kau memang tidak seromantis Dilan

Kau pun kadang merenggut ketika beberapa kali kukerjai dengan menyebut-nyebut Dilan

Tapi, kau tahu?

Bersamamu, tidak perlu menjadi Milea untuk merasa spesial

Karena hampir setiap bersamamu aku merasa semua orang di sekitar iri akan kita berdua.

Oh maaf, beginilah resikonya berpacaran dengan anak sastra: setiap tentangmu akan menjadi puisi

Eh tapi…ini kan bukan puisi, ya (hehe).

Advertisements

4 thoughts on “Bukan puisi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s