Eksistensi.

​You are not just here to fill space or be a background character in someone else’s movie. Consider this: nothing would be the same if you did not exist. Every place you have ever been and everyone you have ever spoken to would be different without you. We are all connected, and we are all affected by the decisions and even the existence of those around us.

–David Niven

Mungkin, setiap orang selalu berusaha akan satu hal: menunjukan eksistensinya.

Di dunia nyata, di dunia maya. Pada orang-orang yang dikenal dan tidak dikenal, yang dipedulikan maupun tidak, yang disayang bahkan juga yang dibenci.

Semua orang ingin dianggap ada.

Eksistensi, maknanya lebih dari sekadar “eksis”. Setiap yang bernyawa–terlepas dari dianggap atau tidaknya dia oleh ‘orang lain’, selalu memiliki makna. Silakan digarisbawahi kata setiap yang bernyawa di sini.

Seseorang tidak akan mempunyai perasaan yang sama pada detik ini jika tidak ada orang yang memberikan alasan ia merasakan itu. Seseorang tidak akan berada pada tempat ia berada saat ini jika tidak ada orang yang memberinya kesempatan itu. Tanaman tidak akan tumbuh jika tidak ada yang menanam, bahkan tanaman liar yang tumbuh “sendiri” pun pasti membutuhkan peran dari yang lain agar bisa tumbuh. Kucing-kucing juga tidak akan bisa setenang itu hidup di jalanan tanpa beberapa tangan manusia yang peduli untuk sekadar mengelus dan memberi mereka makan.

Poinnya adalah: eksistensi setiap mahluk hidup memiliki makna. Apapun yang kita lakukan berpengaruh pada orang dan lingkungan sekitar kita. Jadi jangan pernah merasa bahwa eksistensimu tidak berguna, meskipun kamu tidak mempunyai penemuan canggih seperti Albert Einstein atau prajurit perang pembela kebenaran di luar sana.

Yang perlu kamu lakukan adalah memastikan bahwa eksistensimu baik dan tidak sia-sia, dalam apapun peran yang kamu lakoni di dunia ini.

Dan jika aku boleh memberimu nasihat satu hal (yang sebenarnya ingin kutujukan pada diriku sendiri juga),

: Tidak perlu seluruh dunia untuk menyadari eksistensimu. Tidak perlu berusaha sekeras itu untuk menunjukan kamu ada. Yang mencintai dan mempedulikanmu akan selalu melihatmu tanpa kamu perlu usaha.

Bukankah Tuhanmu yang terbaik dalam hal ini?

Bukankah dianggap oleh yang mencintai dan mempedulikan itu yang terpenting? 🙂

Advertisements

15 thoughts on “Eksistensi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s