Jingga Langit dan Biru Laut yang Menyatu

Image Source: unsplash.com

“Bagaimana dua warna yang sangat berbeda bisa terlihat begitu sempurna ketika bersama?” pikirku ketika melihat pemandangan matahari terbenam di atas laut yang dalam.

Jingga, warna yang sangat ramah. Pendar oranye itu dihasilkan dari matahari yang mulai lelah, turun dan semakin turun menuju lautan yang megah. Seringnya diiringi burung-burung yang beterbangan tanpa arah, pun langkah-langkah kaki para insan yang hendak pulang ke rumah.

Jingga, juga warna yang mengandung suka. Ia selalu berhasil memberikan secercah harapan pada siapa pun yang menginginkan gelap sirna. Ia adalah warna yang tidak pernah berputus asa, semua orang tahu esoknya ia akan muncul kembali untuk menerangi dunia.

Sementara biru, milik laut yang dalam. Memandanginya lekat-lekat akan membuatmu merasa tenggelam. Rasanya sesak dan kadang suram, tapi kamu tidak akan pernah tahu jika di dalamnya hanya ada kelam.

Biru, adalah warna yang misterius. Keindahannya kadang akan membuatmu merasa terbius. Tapi biru, juga warna yang mendengar permintaan tolongmu dengan serius, kemudian ia akan memberikan hatinya dengan tulus.

Jingga dan biru, dua warna yang berbeda tapi saling melengkapi. Perpaduan mereka mungkin adalah salah satu hal tercantik di dunia ini. Satu pesan yang ingin mereka beri:

Sesulit apa pun masalah yang kamu alami, akan selalu ada penutup yang indah di penghujung hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s