About sunkyuuu

Book, coffee, cat, chocolate, forest, meadow, a good song, and cherry blossom.

A conversation one day.

– What do you like most about me?

+ Your ability to love people wholeheartedly.

– Hmm… why?

+ I don’t know. You look so bright when you fall in love, just like your name; Sunny. It’s like I can see the light from every bit of your bones.

– Even now?

+ Yes. Even now.

– I want to hide it.

+ Why?

– It makes people take me for granted. That it’s okay to leave me, and hurt me.

+ No. It makes me want to protect you more.

_20180706_065029684274834.jpg

Image Source: Instagram

Advertisements

Tahapan rindu.

Baru saja terpikirkan beberapa tahapan–jenis rindu. Harus dituangkan di blog agar tidak lupa, entah teori ini diterima atau tidak.

Satu, rindu yang menyenangkan. Ditujukan untuk orang yang benar-benar membuatmu nyaman. Memikirkannya membuat hatimu berbunga-bunga, lalu tersenyum sendiri bahkan tanpa kamu sadari. Memikirkannya membuatmu merasa aman, membuatmu sejenak tidak memedulikan segala hiruk pikuk dunia atau kekhawatiran lainnya. Dia ada di situ, kamu rindukan…dan merindukanmu.

Dua, rindu yang menyebalkan. Ini untuk orang yang paling kamu pedulikan, yang karena beberapa hal belum bisa kamu temui atau hubungi seperti biasa, dan kamu tidak tahu apa yang dia rasa–merindukanmu juga atau tidak. Rindu ini menyebalkan, tapi dapat langsung terobati ketika sudah bertemu orang yang bersangkutan. Dan segala kekhawatiran sirna setelah hari yang menyenangkan.

Tiga, rindu yang menerbangkan angan. Kamu pergi ke suatu tempat, mendengar suatu lagu, atau melihat suatu hal yang mengingatkan kamu akan seseorang. Kamu rindu, teringat saat itu, lalu rindu itu hilang, seperti angan yang sudah terbang.

Empat, rindu yang menyesakkan. Melihat apa pun, pergi kemana pun, membuatmu teringat olehnya. Ada saja suatu hal yang menghubungkan ingatanmu tentangnya. Rindu ini sesak karena kamu tahu…itu semua tidak akan bisa terulang lagi, tapi kamu masih menginginkannya.

Lima, rindu yang ingin melupakan. Memikirkan orang itu terlalu menyakitkan sehingga kamu tidak mau membicarakannya lagi. Kamu membangun pertahanan diri, membangun dinding untuk menghalangi cahaya rindu yang dengan bandel ingin menyeruak masuk.

Kamu, sedang berada pada tahapan rindu yang mana saat ini? ๐Ÿ™‚

Setiap tempat adalah kenangan.

Ketika kamu pergi ke suatu tempat, tempat yang kamu datangi tidak akan lagi terasa sama seperti saat pertama kali kamu mengunjunginya. Ada sesuatu yang bertambah di sana: kenangan bertemakan seseorang yang melebur jadi satu bersama tempatnya.

Jalan raya yang kamu lewati bukan hanya sekadar jalan raya lagi, tapi jalan dimana kamu akan tersenyum simpul mengingat betapa cerahnya siang hari itu saat bergurau bersamanya sambil melaju di atas kendaraan roda dua.

Pantai yang terlihat sama saja dengan pantai mana pun juga bukan sekadar pantai lagi, tapi tempat dimana dia pernah menumpahkan segala keresahan di hatinya padamu, dengan sejujur-jujurnya. Dan kamu menatap matanya, dengan seteduh-teduhnya, memberitahu padanya bahwa semua akan baik-baik saja.

Taman bermain yang selalu bising dengan suara–musik, teriakan gembira, dan tawa–nanti akan dipenuhi oleh suaranya saja: tawa renyah, dan nyanyian dengan lirik asal yang spontan dia ciptakan mengikuti nada musik yang diperdengarkan.

Kamu juga akan melihat sosoknya yang tersenyum di tengah taman bunga, dan menyadari bahwa betapa hari akan lebih indah jika pemandangan itu ada lagi di sana. Seolah kehadiran bunga-bunga di tempat itu tidak akan lengkap tanpa melihat senyumnya.

Epic Journey in Bandung

Ini adalah kunjunganku yang ke sekian kalinya ke Bandung. Kota yang dikenal sebagai dataran Sunda ini memang tidak akan pernah kehilangan predikat layak untuk dikunjungi. Apalagi, jaraknya yang tidak jauh dari Jakarta adalah solusi terbaik untuk masyarakat Ibu Kota yang membutuhkan liburan tanpa menghabiskan biaya terlalu banyak (he he).

Continue reading

Yang menakutkan dari mencintai.

_20180326_190513370541418.jpg

Aku harap kau tidak bosan dengan aku yang sering tiba-tiba bertanya apakah kau mencintaiku. Selain karena mendengar jawabannya menyenangkan, aku juga mencari rasa aman di sana.

Karena, mencintaimu itu membahagiakan sekaligus menakutkan. Bahagia karena bisa mencintai setulus ini, takut karena bisa mencintai sebesar ini; aku takut hancur.

Eksistensi.

โ€‹You are not just here to fill space or be a background character in someone elseโ€™s movie. Consider this: nothing would be the same if you did not exist. Every place you have ever been and everyone you have ever spoken to would be different without you. We are all connected, and we are all affected by the decisions and even the existence of those around us.

–David Niven

Mungkin, setiap orang selalu berusaha akan satu hal: menunjukan eksistensinya.

Di dunia nyata, di dunia maya. Pada orang-orang yang dikenal dan tidak dikenal, yang dipedulikan maupun tidak, yang disayang bahkan juga yang dibenci.

Semua orang ingin dianggap ada.

Eksistensi, maknanya lebih dari sekadar “eksis”. Setiap yang bernyawa–terlepas dari dianggap atau tidaknya dia oleh ‘orang lain’, selalu memiliki makna. Silakan digarisbawahi kata setiap yang bernyawa di sini.

Seseorang tidak akan mempunyai perasaan yang sama pada detik ini jika tidak ada orang yang memberikan alasan ia merasakan itu. Seseorang tidak akan berada pada tempat ia berada saat ini jika tidak ada orang yang memberinya kesempatan itu. Tanaman tidak akan tumbuh jika tidak ada yang menanam, bahkan tanaman liar yang tumbuh “sendiri” pun pasti membutuhkan peran dari yang lain agar bisa tumbuh. Kucing-kucing juga tidak akan bisa setenang itu hidup di jalanan tanpa beberapa tangan manusia yang peduli untuk sekadar mengelus dan memberi mereka makan.

Poinnya adalah: eksistensi setiap mahluk hidup memiliki makna. Apapun yang kita lakukan berpengaruh pada orang dan lingkungan sekitar kita. Jadi jangan pernah merasa bahwa eksistensimu tidak berguna, meskipun kamu tidak mempunyai penemuan canggih seperti Albert Einstein atau prajurit perang pembela kebenaran di luar sana.

Yang perlu kamu lakukan adalah memastikan bahwa eksistensimu baik dan tidak sia-sia, dalam apapun peran yang kamu lakoni di dunia ini.

Dan jika aku boleh memberimu nasihat satu hal (yang sebenarnya ingin kutujukan pada diriku sendiri juga),

: Tidak perlu seluruh dunia untuk menyadari eksistensimu. Tidak perlu berusaha sekeras itu untuk menunjukan kamu ada. Yang mencintai dan mempedulikanmu akan selalu melihatmu tanpa kamu perlu usaha.

Bukankah Tuhanmu yang terbaik dalam hal ini?

Bukankah dianggap oleh yang mencintai dan mempedulikan itu yang terpenting? ๐Ÿ™‚