About sunkyuuu

Book, coffee, a good song, and cherry blossom.

What do they feel inside?

You’ll never know what people keep inside; their thought, their feeling.

A girl, beautiful and sweet, always carry a lovely smile everywhere and give it to every people she meet, just confessed to me that she actually planned to kill herself at least ten times a day.

And I just couldn’t believe it.

I believe it, but I don’t believe it. I know it is possible, but I can’t give myself the answer of such an acceptable reason for that thought.

How could she?

She’s surrounded by so many people who love her–including me. She have such a great life and she always has smile on her face every time I look and talk with her. And no matter how much I think about it, her life is indeed luckier than me. How could she thought of suicide?

But when I think about it again, it actually makes sense. Because I, you, everyone, just can’t know what other people feel inside. They might tell you, but sometimes you just still won’t understand the exact feeling since you don’t stand on the same shoes. They are the one who experienced the things that make them feel that way, not you.

Now I ask you: what do you think about me? What do you think about the life I live?

Some people told me that they see me like like a water, so calm; a book, so open; a sun; so bright. Some people even ever told me: “Don’t you have problems?”, “Have you ever angry? I never see you angry.” and such things. Before, I just laughed and thought how funny those questions are. But now I think those questions are actually acceptable because people just will never ever know what other people feel inside.

So can you just please be kind to everyone you meet? A smile is so simple, but it could eventually brighten someone’s bad day. Can you please, don’t be so mean, said anything that is rude, or hurt others? They are fighting a battle you know nothing about.

I’m an open book. My best friends said it is so easy for them to notice whether I’m happy or sad, and perhaps it is easy for you to notice too if you know me.

But have you ever thought of the idea that me, sometimes, cry myself to sleep, in the middle of night?


Why Do We (I) Love Harry Potter

There was an odd moment when I mentioned one of the most popular and favorite characters in Harry Potter to my boyfriend and he didn’t even have a single clue about who it was.

“…just like Hermione.”

“Who is Hermione?” said he, and there were about three blinks of eyes of me trying to process what I just heard.


Continue reading

1 detik, 1 menit, 1 jam, 1 hari, 1 bulan, kemudian 1 tahun…

Tulisan ini mulai dibuat entah beberapa detik yang lalu. Ketika kau membaca ini, mungkin satu atau beberapa jam sudah berlalu. Ketika kau mengunjungi blogku lagi untuk melihat-lihat, mungkin tulisan ini adalah satu dari sekian tulisan yang sudah aku tulis dalam beberapa bulan atau tahun ke belakang.

How surprising it is to realize that time goes by that fast.

Satu detik, satu menit, satu jam, satu hari, satu bulan, kemudian satu tahun…

Continue reading

Tentang ciuman.

Ada berapa jenis ciuman yang kau tahu? Aku tahu empat.

Satu, cium kening: ciuman yang paling mengungkapkan sayang, karenanya juga mungkin yang paling mampu menggoreskan luka paling dalam.

Dua, cium pipi: ciuman anak-anak, tulus dan lucu. Ciuman malu-malu.

Tiga, cium bibir: ciuman yang bisa membakar. Harus siaga.

Yang keempat adalah yang paling aku ingin.

Aku ingin (atau sudah?) mencium hatimu.

Dan tidak akan aku izinkan siapa pun untuk melakukannya lagi, selain aku.


image source: weheratit.com

Yang membunuh dan menyelamatkan manusia.

Aku berbicara tentang sesuatu yang membunuh dan menyelamatkan manusia. Ya, sesuatu yang sama.

Kau bisa terbunuh olehnya,

kau bisa terbunuh oleh perasaan sesak dan kesedihan yang dibuatnya. Kau bisa terbunuh oleh ilusi-ilusi yang dia ciptakan. Kau bisa terbunuh oleh lelahnya penantian. Kau bisa terbunuh oleh rasa yang terlalu dalam.

Kau juga bisa terselamatkan olehnya,

kau bisa terselamatkan oleh dia yang kau pegang dan memegangimu dengan erat. Kau bisa terselamatkan oleh satu-satunya hal yang membuatmu ingin terus melangkah maju. Kau bisa terselamatkan oleh secercah cahaya yang kau lihat ada di penghujung jalanmu meskipun masih bayang-bayang.

Aku yakin kau sudah kenal bahkan akrab dengan sesuatu ini,

tidak perlu aku kenalkan. Sang pembunuh dan sang penyelamat: Harapan.

Luka Dalam Bara, Bernard Batubara

Adalah buku yang bisa buat siapa pun jatuh cinta ketika melihatnya, aku bisa bilang. Bukan hanya karena covernya yang cantik, judulnya pun eye catching banget! Lebih lagi, buku ini ditulis oleh seorang penulis yang memang sudah terkenal, terutama dalam mengolah perasaan menjadi kata-kata yang… hmmm.

Continue reading