Thankyou, Allah :)

I’m so proud of myself because I’m a strong girl. Well, not literally.

Aku gak bisa mengangkat lemari atau alat-alat berat lainnya sendiri,  aku juga masih sangat lemah dengan yang namanya olahraga. Tapi, bagiku kekuatan bukan hanya bisa diukur dari hal-hal semacam itu. Kuat, adalah ketika kamu mampu bertahan sesulit apapun situasinya.

Even with the weight of the world holding you down on your knees,

You cradled your tears like children and stopped looking for the nearest exit

Sign

I think that’s what called bravery.

And strength :).

I did it. I think, what’s really I should be proud of about 2016 (and another another past year) is that I survived. It’s not easy without a strength, tho. Aku berhasil menyelesaikan studiku dan lulus, melewati kehidupan kampus yang walaupun penuh dengan hal-hal yang menyenangkan dan pengalaman baru bersama teman-teman, juga sulit dan penuh perjuangan. Aku berhasil mendapatkan pekerjaan yang bagus dan sesuai dengan passionku yaitu menjadi seorang penulis, beradaptasi dengan rutinitas baru yang walaupun awalnya begitu terasa melelahkan karena jarak yang ditempuh dari rumah ke kantor sangat panjang, aku mampu bertahan. I did it.

Mungkin itu terlihat sepele. Tapi bukankah ada sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa seseorang baru bisa tahu dan benar-benar mengerti apa yang orang lain rasakan jika dia berdiri di atas sepatu orang itu dan melalui jalan yang dilalui orang itu? Bahkan, meskipun hal itu bisa dilakukan pun, dampak yang terjadi pada setiap orang tetap bisa berbeda.

But, do you wanna try my shoes? Here:

Continue reading

Advertisements

The Next Phase.

Hello, what are you guys up to?

If you ask me, now I’m writing. Literally. I said that not just because I’m writing this post now, but because writing is my job now.  Yes, job! Can you guys believe that? Feels like just yesterday I am ‘reporting’ to you how stressed I am because of my thesis, but now I am already reporting to you again that I’ve  already work.

Btw, let’s get out first from the “English Zone” 😛

:

Jadi, iya. Aku baru wisuda tanggal 6 September kemarin. Alhamdulillah, akhirnya salah satu mimpi sudah terpenuhi yaitu lulus kuliah tepat waktu. Walaupun tidak disertai kata “Dengan Pujian”, tapi masih bisa mendapatkan kata “Sangat Memuaskan” :’)

img-20160920-wa0009

Beberapa orang, sih, bilang bahwa wisuda itu masih kebahagiaan semu, tapi tidak ada yang bisa memungkiri bahwa wisuda adalah salah satu momen yang paling membahagiakan dalam hidup dan momen dimana kamu bisa menangis terharu sekaligus tersenyum bahagia.

Namun setelah wisuda, lalu apa? Kerja. Setelah kerja, lalu apa? Menikah?

Continue reading

Holidays ♥

hallo pembaca sekalian, apa kabar? ^^ masih menikmati liburan atau sudah bosan bapuk di rumah menanti liburan selesai, kah? #plak :p atau sudah ada yang mulai menjalani aktivitas seperti biasa: masuk sekolah, kuliah, kerja, dsb? atau mungkin ada juga yang sedang siap-siap MOS sekolah atau ospek kampus, ya? 😀

aku masih liburan dong. masuk kuliahnya masih lama, awal september nanti #pamer :p

gimana liburan kalian? semoga menyenangkan dan bermanfaat ya 🙂 liburanku sendiri alhamdulillah berlangsung menyenangkan. walaupun sebagian besar kuhabiskan di rumah, tapi liburan ini enggak berlalu dengan membosankan begitu aja. sebagian hari-hariku diisi dengan canda tawa bersama teman-teman #asik dan InsyaAllah juga diisi dengan kegiatan yang bermanfaat. ikut kegiatan di kampus, silaturahmi ke tempat saudara, hang out bersama teman-teman, bantu-bantu orangtua di rumah (kalo ini sih wajib! hhaha), dll.

terus, belum lama kemarin aku pergi ke Bandung. menghabiskan beberapa hari di sana, di rumah salah satu sahabat dekatku: Ao-Chan.

Continue reading

The Old Days~

“I’m leaving, I’m leaving, I’m leaving, I think as the train wheels roll along, clackety, clackety, clackety. Forever, I think. Going further and further away from divide and the Glen, and those wonderful summers, and all the people who have come to mean most in my life.

But now it’s turned out I was wrong. What I thought I had gained, being accepted after such a long struggle, seems to have vanished. Even if I were to stop at the next station and get on the next Westbound train, I couldn’t get back. There’s no way.

And where am I going? To college, to James, to New York—Istanbul—the whole world? The future is winter, glittering like ice, and how can I make my way into it? Right now I can only cling to summer’s withering edge.

I lean my forehead against the cool September windowpane. The gold strubble-fields of Kansas roll past, lulling my mind, and letting the memories pour in…”

Continue reading