Kathelijn (Apresiasi)

Hai, Tuan (apakah betul ini panggilan yang sepadan untuk seseorang yang memanggil ‘Nona’?). Terimakasih untuk apresiasi cerpennya. Baru kali ini diriku mendapatkan komentar atas cerpen yang hampir sepanjang cerpen juga, jujur saja, haha. Jadi, biarkan aku membalasnya di sini karena tidak akan efisien jika komentar seperti ini dibalas di sebuah aplikasi obrolan. Dan lagipula, aku ingin meninggalkan jejak di blog ini bahwa aku telah membuat cerpen berjudul “Kathelijn” tapi terlalu malas untuk memperlihatkannya pada khalayak. Bukan karena tidak percaya diri (mereka bisa bebas membaca cerpen-cerpenku yang lain) tapi aku hanya ingin menunjukannya pada orang yang akan benar-benar memberikan apresiasi saja (:p)

Komentarmu pedas tapi sebenarnya…aku tidak terkejut, sih. Dirimu memang selalu pedas jika memberikan komentar, kenapa tidak menjadi seorang kritikus saja, eh? (:D). Pedas tapi tidak menjatuhkan, itu yang kusuka. Melalui komentar pedasmu itu kau justru ingin membangun, begitu yang kulihat. Tidak heran jika aku selalu senang untuk memperlihatkan tulisanku dan meminta pendapatmu, wahai Tuan Senior.

Continue reading

Cerpen: Once Upon A Dream

Chatting.

sher

πŸ™‚

knp kak ?

gapapa, cuma negor

idk, kayaknya semalem gw mimpiin kamu deh (hahahaha) beneran

-.-

mimpi kayak gimana kak ? hhaha

ga ada detilnya, gw juga ga inget

yah pengen tau padahal hhehe

lain kali dicatet aja kak :p

gw catet kok

di memori brian

apa, apa ? πŸ˜€

iya entahlah, cuma sisa ingatan aja

kamu lagi duduk, dengan kepala tertunduk.

itu sih…

kok gitu ?

aku sedih ya ?

entahlah. gw juga gatau kan detilnya.

tapi kita fositif thinking ajah


*

Ada yang bilang bahwa mimpi adalah alam bawah sadar manusia, bahwa ketika kau memimpikan sesuatu atau seseorang, mungkin kau telah memikirkan sesuatu atau seseorang itu sebelum kau tidur. β€˜Sesuatu’, sangat tidak enak didengar. Tidak apa-apa kan kalau aku pakai kata β€˜seseorang’ saja? Kebetulan, yang ditulis di sini adalah mengenai seseorang.

Continue reading

Tanggal 30

hallo readers! πŸ™‚ jumpa lagi dengan cherryblossom di sini hhehe. kali ini aku mau posting salah satu cerpenku yang bergenre thriller–cerita thriller pertama yang kutulis hhaha >< well… cerpen ini diadaptasi dari pementasan teater berjudul ‘Paranoid’ yang pernah aku perankan bersama teman-teman TED (tedtot) -> Theatre of English Department πŸ™‚ ya, aku sempat ikut organisasi teater di jurusan tapi sekarang karena beberapa hal aku jadi ga aktif lagi di sana *and to be honest… sometimes i do really miss them! :’)*

pementasan TED ini dalam rangka merayakan ulang tahun Sigma TV UNJ. TED diundang jadi salah satu pengisi acara di sana dan entah bagaimana, aku turut ikut menjadi salah satu pemeran dalam pementasan ini walo dengan akting yang pas-pasan hhaha -_-” jujur… itu kali pertama aku ikut pementasan teater kayak gini dan temanya adalah thriller >< karena bertepatan dengan (kalo ga salah) diskusi film ‘Rumah Dara’ juga.

aku nervous banget waktu itu *kapan sih aku ga nervous? -_-“* ditonton sama para senior TED bahkan Sigma dan banyak orang lainnya termasuk pembicara-pembicara yang diundang.

aku masih inget rasanya lengket dan bau oleh bau darah palsu yang terbuat dari susu dan cat saat itu. darahnya keliatan kayak beneran banget, sampe ada penonton yang nanya gimana bikinnya dan gimana triknya jadi bisa muncrat-muncrat gitu kayak ditusuk beneran ._. aku juga masih inget saat-saat latihan. latihannya ga lama: kurang dari sebulan, itu pun ga tiap hari ato tiap minggu. cuma di waktu-waktu menjelang pentas aja kita jadi lebih sering latihan sampe aku harus terpaksa nginep di kost’an Ito karena harus latihan malem di kampus (katanya biar dapet feelnya) walo awalnya ga diizinin nginep hhaha -_- ga akan lupa juga gimana geregetan dan serunya ngulang-ngulang adegan, kotor-kotoran, kerjasama, ketawa bareng yang menyenangkan dan lain-lain ❀ :’D

ohya, di sini aku berperan jadi salah satu korban si psikopat wkwk. makasih ya TED udah memberikanku kesempatan untuk tampil di sini. makasih juga buat semua pihak yang terlibat dan udah mendukung :*

BB6tmAqCMAEIaJJ

“Paranoid” di acara Sigma TV UNJ

Cerita: Hermawan

Sutradara: Jafar

Pemeran: Kak Ziah, Sarah Ito, Ratia, Sunny , Dita, dan Paul

ok then ini dia ceritanya (read it below). walo diadaptasi dari pementasan yang ide ceritanya adalah milik Hermawan dan disempurnakan oleh Jafar, tapi cerpen ini aku yang tulis sendiri dengan merombak dan menambahkan beberapa bagian hhehe. namanya aku ubah di sini, beberapa settingnya juga beda, terus motif pembunuhan dan ide tentang buku diary juga aku yang tambahin. well… mungkin cerpenku masih jauh dari sempurna. aku juga ngerasa teaternya lebih menegangkan darpipada cerpen yang aku tulis ini ._. maklum. pertama kali nulis cerita thriller hhehe. check it out!

Continue reading

Pertama Kali

here’s the another story πŸ™‚

ini pertama kalinya buat cerita horror (salah satu alasan kenapa aku memilih judul itu hhaha) >.< jadi maklum aja ya kalo horornya ga terlalu berhasil x’D malah ada yang komentar kalo baca cerita ini kayak baca teenlit huwa >.< emang aku bukan spesialis cerita horor sih heuheu~

btw ini kisah nyata waktu SMA -_- walo ga 100% di cerita ini bener sih (aku tambal di beberapa bagian hhehe)

tapi toilet di lantai 2 paling pojok samping kelasku itu emang bener-bener serem (berdasarkan beberapa cerita teman yang kudengar). dulu juga sempet pengen nyelidikin kebenaran cerita di toilet itu sama lala xD rencananya sore-sore menjelang maghrib saat sekolah sepi kami mau menjelajah di sekolah terutama di toilet itu tapi gajadi..dan sampe sekarang mission incomplete >w<

kalo desas-desus cerita horor yang aku ceritakan di cerpen ini (katanya) emang bener. beberapa temen emang ngalamin sendiri. beruntungnya aku belom pernah ngalamin kejadian-kejadian mistis kayak gitu :3 padahal seperti yang aku bilang di cerpen ini aku dulu sering banget sendirian di kelas ato di toilet pagi-pagi :3 padahal aku orangnya penakut juga..mungkin karena di pagi hari udaranya seger kali ya (?) dan gapunya pikiran yang aneh-aneh sebelumnya ._.

aduh jadi kangen masa-masa SMA πŸ˜₯

langsung ke ceritanya deh deh :’)

Continue reading

The Promise

lagi rajin update blog nih (mumpung ada kesempatan) πŸ˜€

aku utamakan untuk posting cerpen-cerpen yang pernah kutulis (seperti yang aku bilang sebelumnya..aku mau membuat semacam jejak kepenulisanku di sini) agar nanti bisa lihat dan “ngeh” gimana perkembangannya :3 dan agar suatu saat nanti saat udah berhasil jadi penulis terkenal (aamiin ! ) orang lain bisa baca gimana tulisan-tulisanku terdahulu πŸ™‚ untuk menunjukan pada mereka bahwa segala sesuatu dimulai dari mimpi dan usaha serta kemauan untuk belajar. aku yakin penulis-penulis yang terkenal sekarang ini memulai prestasinya dengan demikian: mereka juga belajar. mereka juga memulainya dari titik nol. untuk menjadi penulis yang hebat itu ga bisa langsung lho ya..ada prosesnya karena jadi penulis yang baik itu ga mudah πŸ˜‰

saat itu aku tulis cerpen ini untuk mengikuti “three words hall” (udah cerita ya mengenai itu di postingan sebelumnya)

tema 3 katanya: janji, takdir, dan menikah.

jadilah cerpen ini..pertama kalinya ikut TWH dan alhamdulillah masuk 3 besar :’) walopun bukan kompetisi ato perlombaan resmi..tapi yang kayak gini nih yang bikin semangat nulis ^^/ rasanya seneng aja kalo tulisan kita dibaca ato diketahui orang terus kita bisa dapet feedback :3

waktu nulis ini tuh aku lagi seneng-senengnya sama manga “bokura ga ita” ato “here we are”. manga itu sudah lamaaa sekali memang tapi aku baru baca dan menikmatinya beberapa waktu lalu hhaha (udah pernah bahas soal manga ini juga di blog yang satu lagi) >.< pengen buat cerita yang bikin nyesek juga walopun ga senyesek cerita nana sama yano di manga itu :3 jadi ga heran kalo cerpen yang aku tulis ini paragraf pembukanya mengutip salah satu kalimat di manga itu. cuma pembukanya doang lho ya..setelah itu pure tulisanku sendiri πŸ™‚

kalo dari segi penulisan..di sini masih banyak kesalahan seperti penggunaan kata “disini” ato “disana” yang seharusnya “di sini” dan “di sana”. hhehe. jujur belum tau soal itu sebelumnya -_- kemana saja dirimu sun di pelajaran bahasa indonesia ? hhahaha ><

just check it out now !

Continue reading

The Stars Never Go Anywhere

salah satu cerpen lamaku juga :3

menurutku cerpen ini termasuk singkat dan simple..karena waktu itu aku pikirkan dan aku tuliskan secara mendadak juga sih. waktu itu niatnya pengen buat cerpen bertema bintang hhehe..biar bisa diikutsertakan ke kompetisi “three words hall”: sebuah fanpage di facebook yang selalu mengadakan kompetisi cerpen setiap minggunya dengan tiga tema atau tiga kata atau bahkan tema gambar yang sudah ditentukan dan berbeda setiap minggunya. kompetisi itu just for fun kok..dan emang fun. seru. mengasah kemampuan menulis juga πŸ˜‰ tapi sayangnya aku ga jadi ikut..telat ngepost (karena deadline juga cuma sebentar). udah selesai tapi koneksi internetnya ngajak ribut waktu itu -..- jadi ya sudahlah ga jadi ikut..aku post di kemudian.com aja (udah cerita soal situs itu ya di postingan yang sebelumnya)

waktu itu juga lagi pengen banget buat cerita bertema kakak adik sih..seorang gadis yang memiliki kakak cowok. jadi penulis itu asyik lho..kita bisa menciptakan tokoh atau karakter yang kita inginkan walo hanya melalui tulisan. berkhayal punya kakak cowok..kayaknya enak ya ada yang ngelindungin gitu. banyak yang bilang jadi anak tunggal itu enak dan aku beruntung..tapi hey enak dari mana ? -..- emang sih perhatian ortu semuanya jadi terpusat ke satu anak aja tapi kadang ada rasa kesepian juga… (curcol seorang anak tunggal :’) hhehe)

soal cerpen… masih ada kesalahan-kesalahan kecil untuk EYD di sini. dan berdasarkan komentar-komentar pembaca di kekom, masih ada yang kurang (kurang nyeseknya ya ? hhehe). aku juga ngerasa gitu sih..walo ada beberapa yg bilang kalo ini udah sedih banget. mungkin untuk efek tulisan itu relatif ya. tergantung masing-masing pembaca..gimana kesan yang mereka dapat saat membaca. dan kesan setiap pembaca itu berbeda-beda πŸ™‚

di cerpen ini juga aku belum menerapkan dialog penggiring ato penggiring dialog yg benar. di kalimat akhir dialog yg ditandai dengan tanda petik, harusnya masih nyambung dengan keterangan kata katanya, serunya,Β ujarnya dll, jadi sebelum tanda petik, selain kata tanya ato tanda seru, harusnya menggunakan tanda koma, bukan titik. dan setelah itu menggunakan huruf kecil, kecuali jika diawali dengan nama orang atau tindakan lain :3

aku baru ngeh dan ngerti soal itu setelah baca tulisan-tulisan senior di kekom (thanks to them! :D) dan browsing di internet juga. kalo kalian bingung sama penjelasan aku..silakan browsing sendiri di internet juga ya mengenai dialog penggiring ^^”

ohya, mulai di cerpen ini..aku nulis cerita udah gapake emoticon lagi kok..hhaha

check it out~ ^^

Continue reading

Wait The Cherry Blossom

ini cerpen pertama yang aku buat. cerpen pertama juga yang aku muat di kekom (kemudian.com): situs untuk membaca, menulis, dan mengapresiasi cerita (puisi juga ada sih). situs buat orang-orang yang suka baca dan nulis lah pokoknya πŸ™‚ pertama kali tau tentang situs ini dari seorang teman yang suka baca dan nulis juga πŸ˜€ penasaran terus pengen coba buat deh. tapi setelah tau dan penasaran itu ga langsung buat sih, satu ato dua tahun kemudian baru buat akunnya lol >_<

sebenernya dorongan untuk membuat cerpen juga baru muncul setelah gabung di situs itu hhehe..pengen nge-post cerita di sana dan pengen tau gimana tanggapan pembaca tentang tulisanku.

aku pertama kali nulis cerita (ga termasuk buat karangan di sekolah loh ya) saat di bangku SMA..dan waktu itu langsung buat novel bukannya cerpen dulu hhehe terus pertama kalinya buat cerpen ya cerpen ini. masih amatir banget lah waktu itu~ tapi semenjak gabung di kekom aku jadi merasa semakin dekat dengan dunia kepenulisan dan semakin mencintainya. feedback yang diberikan di sana rasanya jadi penyemangat aja gitu buat nulis :3

sejak gabung di sana aku juga jadi belajar banyak hal πŸ˜€ dari cerita-cerita bagus yang aku baca untuk dijadikan panutan dan juga dari komentar serta kritikan para pembaca.

lalu setelah aku baca lagi tulisanku yang dulu (yang novel itu)..rasanya ngga banget deh >< kenapa aku dulu nulisnya kayak gitu ya… hhehe wajar aja sih. toh saat itu masih belajar..sampe sekarang juga kok πŸ˜€

yang di cerpen pertama ini mungkin masih lumayan..walau waktu itu ada kesalahan fatal yaitu: pake emoticon di dalam cerpen :p aku udah tau kalo pake emot gitu ga sesuai aturan EYD yang benar..tapi saat itu aku masih mengira kalau penggunaan emot kayak gitu bisa dijadikan ciri khas menulis seseorang… ternyata aku salah. tetep ga boleh kalo ga sesuai aturan ya 😐 padahal menurutku pake emot itu lebih menarik #kebiasaan :p

waktu itu beberapa pembaca komentar soal ketidaknyamanannya membaca tulisan seperti cerpen dengan emot. well… menulis dengan emot dalam cerita jadinya sudah tidak kulakukan sekarang >.< terus di cerpen ini juga masih ada beberapa kesalahan kecil juga (yang sebelumnya aku memang belum tau benernya gimana)

sebelumnya aku juga nulis cerita ga pernah belajar secara khusus sih..ya otodidak aja belajar sendiri. dari baca-baca cerita, browsing internet (tentang cara kepenulisan yang baik), serta kritikan dan masukan dari orang lain..seperti yang telah kusebutkan sebelumnya πŸ™‚ tapi berhubung aku adalah anak sastra sekarang..jadi pembelajarannya lebih bisa terdukung..walopun itu ngga menjamin juga. tapi aku akan berjuang untuk menjadi penulis yang baik ><

btw aduh aduh pendahuluannya panjang banget xD langsung aja deh ya aku tampilin cerpennya πŸ˜€ yang ditampilkan di sini masih tulisanku yang asli saat itu..maksudnya belum di edit untuk perbaikan. nulis di blog ini juga pengen jadi kayak semacam perekam jejak ato sejarah kepenulisanku sih hhehe..nanti satu-satu aku tampilin dan ceritain sejarah di baliknya seperti sekarang :v

kalo cerpen ini aku nulisnya terinspirasi dari gambar ini:

sakuragirl10

check it out πŸ™‚

Continue reading