Jangan bunuh binar matanya.

Saya bukan pecinta sastra. Sungguh. Apa sih untungnya membodohi diri pada kata yang kadang hanya sekadar kata? Apa esensinya mengabdikan diri pada kata demi kata yang kadang hanya dimanfaatkan anak muda untuk memamerkan cinta? Apa bagusnya menyiksa diri sendiri dengan kata-kata yang kadang berhasil menghantarkan manusia pada sisi melankolis yang mungkin tidak disadari ada?

Continue reading “Jangan bunuh binar matanya.”

Sebuah cerita pendek tentang perpisahan.

Hari itu, ada seorang gadis yang menguatkan batinnya. Itu adalah sebuah hari dengan berbagai kemungkinan, mungkin adalah hari terakhir dia bertemu dengan seseorang–atau mungkin tidak. Mungkin, dia akan bertemu dengan orang itu lagi kapan-kapan.

Continue reading “Sebuah cerita pendek tentang perpisahan.”

Kathelijn (Apresiasi).

Hai, Tuan (apakah betul ini panggilan yang sepadan untuk seseorang yang memanggil ‘Nona’?). Terimakasih untuk apresiasi cerpennya. Baru kali ini diriku mendapatkan komentar atas cerpen yang hampir sepanjang cerpen juga, jujur saja, haha. Jadi, biarkan aku membalasnya di sini karena tidak akan efisien jika komentar seperti ini dibalas di sebuah aplikasi obrolan. Dan lagipula, aku ingin meninggalkan jejak di blog ini bahwa aku telah membuat cerpen berjudul “Kathelijn” tapi terlalu malas untuk memperlihatkannya pada khalayak. Bukan karena tidak percaya diri (mereka bisa bebas membaca cerpen-cerpenku yang lain) tapi aku hanya ingin menunjukannya pada orang yang akan benar-benar memberikan apresiasi saja (:p)

Continue reading “Kathelijn (Apresiasi).”

Tanggal 30.

hallo readers! 🙂 jumpa lagi dengan cherryblossom di sini hhehe. kali ini aku mau posting salah satu cerpenku yang bergenre thriller–cerita thriller pertama yang kutulis hhaha >< well… cerpen ini diadaptasi dari pementasan teater berjudul ‘Paranoid’ yang pernah aku perankan bersama teman-teman TED (tedtot) -> Theatre of English Department 🙂 ya, aku sempat ikut organisasi teater di jurusan tapi sekarang karena beberapa hal aku jadi ga aktif lagi di sana *and to be honest… sometimes i do really miss them! :’)*

Continue reading “Tanggal 30.”